Pontianak Malay

Rekaman diambil di rumah kediaman LNL salah satu speaker di pusat kota Pontianak. Topik rekaman adalah mengenai seputar kuliah seni yang digeluti speaker DEK dan seputar budaya melayu di kota Mempawah yaitu salah satu ibukota kabupaten di Kalbar yang mayoritas penduduknya adalah melayu.
Rekaman berlangsung di rumah Informan, tiga puluh meter dari pinggir sungai kapuas, dibelakang rumah ada jalan gang yang lumayan ramai
Rekaman di ambil di rumah Haji Soukani Fouzi, walaupun letak rumahnya di pinggiran kota Pontianak, tetapi dekat dengan jalan raya. Sehingga sering terganggu suara kendaraan yang berlalu-lalang. Di ruang tengah rumahnya, istrinya sedang mengajar anaknya yang belajar. Jadi kadang suara Bu Sowkani Fouzi dan anak-anak masuk ke dalam rekaman.
Rekaman di ambil di rumah informan, IDA. Rekaman diambil pada sore hari sekitar jam empat sore dan saat rumahnya sedang sangat sepi. jadi rekaman dapat diambil dengan aman tanpa suara berisik. Hanya saja terkadang suara kendaraan motor yang lewat yang agak mengganggu rekaman.
rekaman dilakukan di rumah speaker, agak jauh dari pusat kota di pinggiran sungai Kapuas. beruntung kapal bermotor tidak banyak lewat dan posisi rumah tidak menghadap langsung ke arah sungai. Speaker punya seorang anak berumur tiga tahun, nakal dan sangat aktif. suara microphone tidak terlalu bersih karena angin agak kencang dan rekaman dilakukan di beranda rumahnya.
proses rekaman dilakukan di rumah MAY di pinggir sungai Kapuas. dulu ADI tinggal di depan rumah MAY dan INA sebelum menikah. saat ini keduanya sudah menikah dan punya anak.
rekaman diambil siang hari di rumah speaker, OGA. Saat rekaman berlangsung suara yang mengganggu tidak terlalu banyak. hanya saja karena anaknya pemalu, jadi dirahasiakan kalau saat itu ada proses merekam.
Rekaman diambil di rumah MAS, saat pertama rekaman bersama anaknya OGA dan teman serta adiknya ACI, kemudian datang ibunya, MAS.
Rekaman diambil di rumah informan, SLM, Salmah. letaknya rumahnya terpencil di dalam gang yang sangat sempit. dulu dia adalah mantan tetangga EXPALG saat kuliah. awal rekaman suasana masih sepi dan masih siang, saat beranjak sore, tiba-tiba banyak anak-anak masuk gang dan bermain di depan rumah dan mulai bermain layang-layang, ditambah lagi tetangga-tetangga mulai memutar musik dan mulai ribut. akhirnya rekaman tidak bisa lebih panjang lagi.
Situation; rekaman diambil di rumah informan di pusat kota. informan terlihat jauh lebih muda dari umurnya. terkadang bahasa yang diucapkan susah dimengerti dan terkadang kalimat yang diucapkan susah dihubungkan.
Situation; Rekaman berlangsung di rumah mantan keluarga ibu kost EXPALG saat masih kuliah. Seisi rumah dalam kehidupan sehari-harinya mempergunakan bahasa melayu asli. hanya saja YOV, kakak tertua dalam rumah, karena bekerja di salah satu bank, sedikit lebih terpengaruh bahasa Indonesia. Jjadi dalam situasi dan hal tertentu ada sedikit sisipan bahasa Indonesia. Di samping itu ibu dari informan adalah keturunan tionghoa, tapi sedikitpun tidak terpengaruh bahasa tionghoa. saat rekaman diambil sama sekali tanpa sepengetahuan, jadi microphone terlalu jauh dan suara tidak begitu bersih.
Situasi; Informan datang berkunjung dari Pontianak ke Balai Semandang untuk mengunjungi keponakannya di Semandang. Jadi kesempatan itu direkam saat berkumpul di ruang tengah.
Situation; Rekaman direkam dihari setelah merekam untuk file PNK-20090705.
Situation; rekaman diambil di rumah salah seorang adik LNL yang tinggal di Telok Pakedai. dilakukan di lantai dua rumah, saat itu masih suasana menyambut datangnya hari kemerdekaan RI, hingga ada persiapan untuk melakukan kontes karaoke lagu dangdut. jadi kadang masuk dalam rekaman.
Situation; rekaman diambil di Teluk Pakedai, di rumah salah satu keluarga LNL pada malam hari sekitar jam sembilan malam. karena mengingat letak rumah di tengah pasar dan menghindari suasana pasar yang ramai, jadi rekaman dilakukan lebih malam. speaker menceritakan pengalaman hidupnya sejak kecil. hanya saja bahasa melayu yang dipakai sudah banyak terpengaruh bahasa Indonesia. speaker adalah seorang waria yang sejak sekolah menengah pertama sudah mulai menjadi waria.
Situation; Rekaman diambil di rumah informan. Gang di mana dia tinggal sangat sempit dan padat sehingga banyak orang atau kendaraan lewat terdengar sangat jelas di dalam rekaman. Saat rekaman berlangsung kondisi rumah sedang sepi, jadi hanya bisa mereka dirinya saja karena anggota keluarga yang lain belum pulang dari bekerja.
Situation; Rekaman diambil di rumah ADI, di pinggiran kota Pontianak. Rekaman diambil saat mengobrol dengan informan yang memang asli melayu Pontianak asli. Tema obrolan berkisar seputar masalah pribadi dan kehidupan kaum homoseksualitas gay dan lesbian di kota Pontianak.
Situation; Rekaman diambil di rumah LNL, di Pontianak. Saat itu kebetulan HST yang kebetulan bertamu ke rumah, dan rekaman diambil diam-diam. Hanya saja kadang ada suara ibu LNL yang beretnis tionghoa sedang menelpon dalam bahasa tionghoa.
Situation; Rekaman di ambil di desa Sungai Rengas, jauh di ujung kota. Tempat rekaman adalah rumah speaker RIO yang notabenenya adalah berasal dari Teluk Pakedai yang memang seja kecil menggunakan bahasa melayu. Ada pun topik yang diangkat.
Situation; Situation; Rekaman di ambil di desa Sungai Rengas, jauh di ujung kota. Tempat rekaman adalah rumah speaker RIO yang notabenenya adalah berasal dari Teluk Pakedai yang memang sejak kecil menggunakan bahasa melayu. Ada pun topik yang diangkat adalah masalah pekerjaannya sebagai salesman.