Samandang

Direkam di rumah orangtua pasien, Beno di Balai Semandang dan saksikan tetangga dan keluarga Pasien.
Rekaman diambil di Pontianak, di sebuah ruko dalam kota. Saat itu speaker sedang melanjutkan kuliah Teology dan tinggal di Pontianak sudah sekitar lima bulan.
Rekaman diambil di sebuah gereja Kristen Protestan, pinggir kota Pontianak, di mana penduduknya rata-rata suku Tionghoa. Speaker adalah seorang assisten pendeta. Saat itu speaker disekolahkan untuk menjadi pendeta.
Rekaman diambil di rumah salah satu anak laki-laki dari informan, NKLP, yang menikah dengan adik perempuan dari EXPALG. Letak rumah sangat di pinggir perkampungan. Suara rekaman dapat terdengar jelas karena direkam pada malam hari dan pada saat anak-anak sudah tertidur. Saat merekam informan sambil membuat beberapa anyaman keranjang.
Rekaman diambil di rumah adik EXPALG yang juga merupakan menantu informan. Informan dijemput untuk bercerita di rumah tersebut dan menginap di situ.
Direkam pada hari yang sama dan informan yang sama, sambungan dari SMD-20060508A.
Rekaman diambil dirumah cucu informan yang laki-laki, saat merekam banyak anak-anak yang sedang bermain dengan cicitnya, sehingga sedikit mengganggu proses rekaman yang berlangsung.
Rekaman diambil pada malam hari di rumah KNL. karena rumahnya luas jadi lebih kedap dan tidak terganggu suara kendaraan yang lewat.Hanya satu kali ada suara serangga yang ditangkap anak-anak sebanyak sekantong, sesaat membuat kegaduhan.
Rekaman diambil di rumah NIA bersama Neneknya sambil ngobrol tentang menantu ASN yang baru datang dari Pontianak. Lokasi rekaman di samping rumah dekat kandang ternak, seperti; ayam, babi, kolam ikan. awalnya rekaman yang akan diambil adalah tentang cerita adat istiadat suku Dayak, khususnya di Semandang, dari adat perkawinan sampai istilah dan adat dan pantangan saat membuka lahan untuk berladang. Namun kemudian datang ASN yang tadinya datang untuk membeli ayam, bergabung sambil makan sirih, akhirnya topiknya berubah.
Rekaman diambil di rumah NKLP. tempat yang dipilih adalah ruang beranda belakang bagian dapur rumah. saat itu sudah menjelang sore, jadi suara kendaraan sudah tidak terlalu banyak. hanya saja karena direkam diberanda belakang, banyak suara ternak yang ikut terekam, misalnya suara ayam, babi, dan suara ikan yang sekali-sekali meloncat ke atas permukaan air serta suara kokok ayam jantan. kadang suara babi yang keras karena saatnya untuk diberi makan.
Rekaman diambil di rumah speaker, KJK, di ruang tamu saat malam hari. keadaan saat itu sangat lengang karena baru selesai turun hujan, sehingga tidak terganggu oleh suara kendaraan bermotor yang lewat.
Rekaman diambil di rumah informan, KJK pada malam hari. letak rumahnya agak ke dalam dan jauh dari jalan raya, sehingga suara tidak gaduh dan bisa dengan tenang merekam. Hanya saja saat rekaman berlangsung beberapa anak muda pria yang membawa minuman arak dan menambah ramay suasana rekamana.
Rekaman diambil di rumah NIA dan neneknya NKLP. kali ini topik pembicaraan adalah acara adat pernikahan lengkap ala masyarakat adat tempo dulu, dari pernikahan sampai hukum adat perceraian. kemudian disambung dengan upacara-upacara saat akan membuka lahan ladang sampai panen dan upacara penyediaan lumbung padi dan syukurannya.
Sambungan dari file SMD-20090329-a
Rekaman diambil di bagian belakang rumah NIA, Informan diundang untuk merekam kisah yang diyakini sebagian masyarakat bahwa masyarakat dayak Semandang, Kualan, Simpang berasal dari sebuah tempat yang setelah jaman kerajaan melayu dikuasai oleh raja melayu. Adapun letak tempat tersebut tidak jauh dari pesisir, sehingga banyak yang meragukan, karena hampir tidak ada komunitas dayak pada jaman dulu yang menempati pesisir. Namun dari cerita berikut ada banyak peninggalan yang sudah hampir habis yang merupakan sisa peninggalan masyarakat dayak Kualan, Semandang dan Simpang. Ada satu legenda dan mitos yang diceritakan dalam rekaman ini.
Situation; Sambungan dari SMD-20090412-a.csv
Situation; Sambungan dari SMD-20090412-a.csv dan SMD-20090412-b.csv.